Hendika Permana

I Putu Hendika Permana, S.Kom, MM.

Jl. Siulan Sekar Bhuana III No. 17. Denpasar - Bali
I Putu Hendika Permana, S.Kom, MM.

Sekolah Kehidupan

March 3, 2016, by 4dm1n, category Life

Banyak sahabat yang mengira setelah sekolah tidak ada lagi kata yang namanya “belajar”. Namun jika diresapi secara mendalam, kita selama hidup tidak akan pernah hentinya untuk belajar. Menjalani kehidupan ini bagaikan kita belajar pada sekolah. Ada tingkat kesulitan dan juga ada kelasnya. Jika saya analogikan, ketika seseorang lulus Sarjana pada sekolah formal ia bisa dikatakan baru lulus TK nya sekolah kehidupan. Seseorang baru mulai duduk di SD kelas 1 pada Sekolah kehidupan setelah ia lulus kulilah.

 

Saat masuk kelas 1 SD tidak mungkin akan belajar rumus fisika atau kimia yang diajarkan pada anak SMA. Begitu pula pada Sekolah Kehidupan, ketika kita baru pada kelas 1, maka kita akan belajar dasar dan pondasi kehidupan. Minimal belajar untuk tau bagaimana cara untuk hidup.

 

Uniknya pada sekolah kehidupan ini adalah kenaikan kelas nya bergantung pada diri kita sendiri. Seberapa sering kita belajar dan seberapa sering kita lulus ujian, kita sendiri yang menentukan nya. Bahkan guru nya pun tidak menentu dan bisa dari apa saja.

 

Beberapa contoh guru dalam sekolah kehidupan ini adalah manusia, tumbuhan, hewan, keadaan, siksaan, kebahagiaan, sakit, tuhan, dan lain nya yang mana apa saja yang ada di alam ini bisa menjadi sosok guru. Hal negatif cenderung memberikan pelajaran yang lebih berarti daripada yang positif. Hal positif tentunya memberi pelajaran juga namun tidak sebesar hal negatif. Nah! Dari sini kita perlu mengutip bahwa hal negatif tidak selamanya buruk. Contoh hal negatif yang memberikan pelajaran : Bos yang pemarah, tempramental dan selalu menyalahkan. Hal negatif tersebut adalah guru yang mengajarkan kita untuk bersabar dan berjuang untuk membuktikan kinerja yang baik.

 

Ujian kenaikan kelas pada sekolah kehidupan ini bisa setiap saat ditemui. Tidak terjadual seperti pada sekolah biasa. Tiba-tiba ada sebuah kondisi yang menguji kita, ketika sudah bisa melewati kondisi tersebut maka kita sudah bisa dikatakan naik kelas. Contoh : ada beberapa orang yang sedang membicarakan rekan kerjanya. Membicarakan dalam arti negatif yang mengarah ke gosip. Ketika kita berada pada kondisi dan kumpulan tersebut, dan kita bisa untuk tidak ikut membicarakan/ larut dalam obrolan tersebut, bahkan bisa menengahi dan memberikan fakta yang baik, maka kita sudah dapat dikatakan naik kelas. Jika berhasil melakukan hal tersebut silahkan sebut dalam hati : Yes! Saya naik kelas!

 

Lalu apa fungsi dari kelas pada sekolah kehidupan ini? Tingginya Kelas pada sekolah kehidupan ini mencerminkan pribadi yang berkualitas. Mencerminkan tingkat kesiapan menerima rejeki yang sudah disiapkan tuhan. Mencerminkan kepribadian yang tangguh. Mencerminkan pribadi yang disegani dan dihormati oleh masyarakat. Serta banyak sekali rahasia kehidupan yang akan terungkap jika semakin tinggi kelas yang bisa kita selesaikan ujian nya.

 

Demikaian Sharing saya semoga bermanfaat.

Salam naik kelas.

I Putu Hendika Permana, S.Kom, MM.

So, what do you think ?